Rajin Sholat Tapi Ditolak Allah,Nauzubillah!
Siapakah Golongan Yang Sholatnya Tidak Diterima Allah SWT?
Rajin sholat,tetapi sholatnya Nggak diterima sama Allah SWT.
Why ?!
Tentu timbul pertanyaan dibenak para sahabat milenial,kenapa sih?.
Sholat itu kan Nggak cuma sekedar gerakan yang dimulai dari takbir terus diakhiri salam lho!.
Tapi,sholat itu mengandung banyak makna yang harus di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh setiap umat muslim. "Innassholatatanha anilfahsya'wal munkar" artinya bahwa sesunguhnya sholat itu mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan munkar.
Rasulullah Muhammad SAW SA W dalam sebuah hadis juga bersabda bahwa barang siapa yang solatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya solatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah S W T dan membuatnya makin jauh dari Allah.
Cucu Nabi Sayyidina Hassan juga berkata bahwa kalau solat kita itu tidak dapat menahan kita dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kita dianggap orang yang tidak mengerjakan solat. Dan pada hari kiamat nanti solat kita itu akan dilemparkan seperti semula ke arah muka seperti satu bungkusan kain tebal yang buruk.
Dibawah ini,admin akan bahas masalah siapa saja 10 golongan yang sholatnya enggak diterima Allah SWT.
Kita bahas dulu golongan pertama yang sholatnya Nggak diterima alias di TOLAK sama Allah SWT.
Yang pertama :Orang yang jadi Imam tetapi makmumnya banyak yang enggak demen alias benci.
Gimana sih bunyi hadistnya?
Sebuah hadis yang bersumber dari Ibnu Abbas ra yang menyebutkan bahwa Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya,bahwa ada 3 kelompok yang shalatnya tidak terangkat walau hanya sejengkal di atas kepalanya atau tidak diterima oleh Allah SWT.
رَجُلٌ أَمَّ قَوْمًا وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ
Orang yang jadi Imam pada sebuah shalat berjamaah tetapi kaum yang di imaminya tidak suka kepadanya.
Pengertian Imam disini ada dua makna:
Pengertiqn iman yang pertama yaitu Imam Kecil (Imamatun shugro) yaitu seperti imam shalat berjamaah.
Makanya kalau jadi Imam sholat berjaah harus lihat dulu makmum yang dibelakang kita.Siapa tau ada yang tidak senang kita jadi Imam.Sebab apabila kita maju jadi Imam terus ada makmum yang benci sama kita,maka shalat kita tidak diterima Allah SWT.Akan tetapi rasa benci sama Imam itu tentu harus berdasarkan alasan yang dibenarkan oleh syariat atau hukum islam.Jangan bencinya gara gara ayatnya panjang, ruku'nya lama,Nggak pake kunut, Nggak pake kopiah ama sorban.Tapi bencinya itu karena imamnya itu punya sifat fasiq,jahil,dan pelaku bid'ah.
Pengertian Imam yang kedua yakni Imamatun Kubra atu pemimpin Umat seperti presiden,Gubernur,Bupati,sulthan,dll.
Kebencian sama pemimpin tentu juga harus karena berdasarkan alasan pemimpin tersebut fasiq, jahl,dan pelaku bid'ah atau berdasarkan alasan alasan syariat islam.
Golongan kedua yang sholatnya ditolak Allah SWT adalah Istri yang tidur dalam keadaan suaminya sedang marah kepadanya.
وَامْرَأَةٌ بَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَلَيْهَا سَاخِطٌ
Istri yang tidur sementara suaminya sedang marah, murka, tidak suka kepadanya dan bila mati dalam keadaan tersebut maka shalatnya tidak diterima.
Marah yang tidak diterima shalatnya tentu dengan alasan yang dibenarkan secara agama. yaitu kewajiban suami dan istri tidak dilakukan dengan baik.
Salah seorang Ulama yakni Imam al Muzhir berpendapat bahwa suami yang tidak melaksanakan kewajibannya sebagai suami pada istri seperti memberi makan,membelikan pakaian,menyediakan tempat tinggal,memberikan perhatian, dan pendidikan,juga sholatnya tidak diterima Allah SWT.
Golongan yang ke tiga yakni Dua saudara yang saling mendiamkan atau memutuskan hubungan kekeluargaan.
وَأَخَوَانِ مُتَصَارِمَانِ
Dua saudara yg saling mendiamkan (memutuskan hubungan)/berkonflik/bertikai. Baik saudara kandung atau saudara semuslim karena semua orang mukmin adalah ikhwah
لَا يَحِلُّ لمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ، يَلْتَقِيَانِ فَيُعْرِضُ هَذَا وَيُعْرِضُ هَذَا، وَخَيْرُهُمَا الَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلَامِ. (مُتَّفَقٌ عليهِ)
Dijelaskan pada sebuah hadis muttafaqun 'alaihi bahwa Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa
tidak halal bagi seorang muslim untuk mendiamkan saudaranya lebih dari 3 malam atau 3 hari.Yaitu mereka berdua bertemu namun yang satu berpaling dan yang lainnya juga ikut berpaling. Dan yang terbaik diantara mereka berdua yaitu siapa yang memulai memberi salam.Maka meskipun banyak tetapi semasa hidupnya mereka saling mendiamkan,sholatnya ditolak bahkan tidak akan mencium bau surga.Nauzubillah.
Dalam hadis muttafaqun'alaihi lainnya juga di sebutkan bahwa tidak akan masuk surga orang yang suka memutuskan ikatan persaudaraan.
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ
Disabdakan juga pada sebuah hadis Rasulullah Muhammad SAW yang menceritakan bahwa pintu-pintu surga dibuka pada setiap hari Senin dan hari Kamis. Maka saat pintu surga dibukakan,lalu Allah SWT memberikan ampun kepada seluruh hamba yang tidak berbuat syirik sama sekali,kecuali ampunan Allah tersebut tidak diberikan kepada yang masih bermusuhan sesama saudaranya.Maka Allah SWT memerintahkan kepada para malaikat untuk menangguhkan memberi ampunan kepada 2 saudara yang bertikai sampai mereka berdamai.(HR Muslim no. 2565).
Bahkan dalam hadist riwayat Abu Daud nomor 4915 dan Muslim Nomor 17935 disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya bahwa seorang saudara yang mendiamkan saudaranya selama setahun seperti ia membunuh atau menumpahkan darah saudaranya sendiri.
Wallahu'alam.
Wassalamu'alaikum warahmatullahiwabarokatuh.

Posting Komentar untuk "Rajin Sholat Tapi Ditolak Allah,Nauzubillah! "